Redam Omicron, Presiden: Ayo Konsentrasi Suntikan Dosis Kedua dan Penguat


Jumat, 18 Februari 2022 | 10:56 WIB
 |
posting jempol

Jakarta, InfoPublik - Presiden Joko Widodo mengimbau, pemerintah daerah harus berkonsentrasi dalam meningkatkan vaksinasi COVID-19 dosis kedua dan penguat (booster) atau lanjutan. Karena, melalui vaksinasi akan membuat penyebaran wabah global COVID-19 varian Omicron dapat diminimalisir. 

"Kabupaten, kota, dan provinsi harus konsentrasi pada dosis yang kedua dan dosis ketiga untuk penguat (booster) atau lanjutan," kata Presiden Joko Widodo melakukan vaksinasi COVID-19 secara berani pada Jumat (18/2/2022). 

Dalam melakukan vaksinasi dosis kedua tersebut, lanjut Presiden, harus diprioritaskan bagi masyarakat dengan kategori lanjut usia (lansia). Mengingat, lansia termasuk kelompok rentan yang rentan terhadap infeksi wabah global yang berbahaya. 

Kemudian, lakukan booster bagi wilayah-wilayah yang memiliki potensi interaksi sangat tinggi di sana. Seperti pasar, pusat pusat dan pusat aktivitas masyarakat. Tujuannya, masyarakat yang sedang melakukan kegiatan di tempat terkait dapat terlindungi. 

"Booster saya sudah titip agar disuntikkan di tempat-tempat yang interaksinya tinggi. Mungkin di pasar atau di pertokoan yang interaksi antar masyarakat ini," tutur Presiden 

Secara khusus, kedua imbauan tersebut, hanya diizinkan bagi wilayah-wilayah yang memiliki kriteria persentase angka vaksinasi baik itu, di atas 70 persen baik itu dosis pertama maupun dosis kedua. 

Seperti yang berada di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) yang bisa melakukan hal itu dalam mengatasi wabah global di wilayah terkait. Sebab, vaksinasi yang dilakukan sudah di atas target yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam beberapa waktu mendatang. 

"Kabupaten Boyolali dosis yang pertama sudah 93 persen, sedangkan dosis yang kedua sudah 85 persen. Itu sudah baik," ujar Presiden. 

Presiden juga menambahkan, pemerintah daerah juga harus selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan (prokes) dalam kegiatan sehari-hari. Dari mulai menggunakan maskes, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 

"Selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan, terutama menggunakan masker," kata Presiden Jokowi. 

Itu penting, melalui protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah akan menghindari potensi infeksi wabah global COVID-19. Oleh karena itu, setiap individu dapat tetap melakukan aktivitasnya di tengah pandemi. 

"Setiap saat kepada seluruh pemangku kepentingan terkait harus memberikan pengertian tentang masyarakat terkait hal itu," pungkas Kepala Negara.

Foto: BPMI/Setpres/Istimewa 


Sumber : infopublik.id


By          : PUTRA SAMBRUT HANING

Komentar